LAUNCHING & SOSIALISASI APLIKASI BERANI DEPAK STUNTING


LAUNCHING & SOSIALISASI APLIKASI BERANI DEPAK STUNTING

Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) mengambil langkah besar dalam memerangi tengkes atau stunting. Sebuah inovasi digital bernama aplikasi “Berani Depak Stunting” resmi diluncurkan sebagai senjata baru untuk mempercepat penurunan angka stunting di wilayah tersebut.
Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah dan mitra strategis. Apresiasi khusus diberikan kepada Kepala Dinas P2KB, drg. Herri, M.Kes, selaku tuan rumah yang menjadi motor penggerak di balik lahirnya terobosan ini. Turut hadir pula jajaran akademisi dari Universitas Tadulako sebagai mitra penting dalam pembangunan kesehatan masyarakat.
Kamis, 9 April 2026

Mewakili Gubernur, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Renny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes, menegaskan bahwa stunting adalah isu prioritas. Meski angka prevalensi di Sulteng mengalami penurunan dari 27,2% (SKI 2023) menjadi 26,1% (SSGI 2024), angka ini masih di atas rata-rata nasional (19,8%).

“Stunting bukan sekadar masalah tinggi badan, tapi menyangkut masa depan kognitif dan produktivitas generasi kita. Saya ingatkan kepada para orang tua: stunting bukanlah aib. Jangan malu, mari bersinergi dengan pemerintah,” pesan Wagub dalam sambutannya.

Aplikasi yang diinisiasi oleh tim drg. Herri, M.Kes di DP2KB bekerjasama dengan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako Palu ini dirancang untuk mengubah sistem pelaporan manual menjadi digital yang lebih akurat dan responsif. Platform ini memiliki empat fungsi strategis:

  1. Penguatan Data: Integrasi pemantauan dan pelaporan secara real-time.
  2. Analisis Situasi: Membantu pengambil kebijakan melihat kondisi lapangan secara nyata, bukan sekadar angka.
  3. Notifikasi Keluarga: Pengingat jadwal pemeriksaan rutin di Posyandu/Puskesmas melalui ponsel.
  4. Pelacakan Lokasi: Mempermudah petugas pendamping untuk mengunjungi keluarga sasaran secara presisi.

Salah satu kekuatan gerakan ini adalah keterlibatan dunia pendidikan melalui program KKN Tematik Stunting. Mahasiswa Universitas Tadulako diterjunkan langsung sebagai agen perubahan untuk memvalidasi data sekaligus mengedukasi masyarakat hingga ke tingkat akar rumput.

Pemerintah mengajak seluruh pemangku kepentingan—mulai dari tenaga kesehatan hingga sektor swasta—untuk memperkuat komitmen. Kehadiran aplikasi ini diharapkan menjadi jembatan teknologi yang didukung oleh semangat gotong royong demi mencapai target penurunan stunting yang nyata di Sulawesi Tengah.

Turut hadir unsur Forkopimda Provinsi Sulawesi Tengah,Wakil Rektor 2 Bidang Umum dan Keuangan Universitas Tadulako, Dekan FKM Universitas Tadulako beserta jajarannya, Kepala OPD terkait tingkat Provinsi Sulawesi Tengah, Kadis P2KB Palu, Sigi, Donggala, Kepala instansi vertikal/BUMN, Organisasi-Organisasi Profeah Kesehatan di Prov Sulteng, serta Perguruan Tinggi Bidang Kesehatan di Kota Palu.


Leave a Comment

DINAS P2KB Sulteng © 2021

Back to top