Banggai, Sulawesi Tengah – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Tengah melaksanakan Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Program Bangga Kencana Tahun 2026 Dinas P2KB Provinsi Sulawesi Tengah dengan Dinas P2KB Kab/Kota Se-Sulawesi Tengah dengan Tema Sinergi dan Sinkronisasi Kebijakan Program Bangga Kencana Provinsi dan Kab/Kota Melalui Transformasi Digital dalam Percepatan Penurunan Stunting (BERANI DEPAK STUNTING).
Senin, 20 April 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari 13 Kabupaten/Kota se-Sulawesi Tengah yang berasal dari OPD Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB), Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) serta OPD Lintas Sektor Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah dan Kabupaten Banggai.
Kegiatan dibuka secara langsung oleh Gubernur Sulawesi Tengah yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kab. Banggai Ir. Moh. Ramli Tongko, S.Sos., S.T., M.Si didampingi oleh Kadis P2KB Prov Sulteng drg. Herri, M. Kes. Melalui sambutannya beliau menyampaikan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menempatkan percepatan penurunan stunting sebagai program prioritas daerah karena stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga berkaitan langsung dengan kualitas sumber daya manusia dan daya saing daerah di masa depan.
Berdasarkan data terbaru, prevalensi stunting di Sulawesi Tengah menunjukkan tren penurunan. Data tahun 2024 mencatat angka stunting berada pada kisaran 26,1%, turun dibandingkan periode sebelumnya, meskipun masih memerlukan kerja keras lintas sektor secara berkelanjutan. Bahkan pada evaluasi kinerja percepatan penurunan stunting tahun 2025, Sulawesi Tengah juga memperoleh pengakuan nasional atas keberhasilan menurunkan angka stunting secara signifikan, termasuk melalui dukungan dana insentif fiskal dari pemerintah pusat. Hal ini menunjukkan bahwa kerja kolaboratif antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, tenaga kesehatan, kader KB serta seluruh pemangku kepentingan telah berada pada jalur yang tepat. Upaya percepatan penurunan stunting tentu harus berjalan beriringan dengan penguatan pembangunan sosial lainnya, termasuk pengentasan kemiskinan. Berdasarkan data badan pusat statistik, angka kemiskinan turun dari 12,41% pada tahun 2023 menjadi 11,77% pada tahun 2024, dan kembali menurun menjadi 10,52% pada tahun 2025 (turun 1,25 poin) dan terus menunjukkan tren penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Penurunan angka kemiskinan ini menjadi indikator positif yang harus kita pertahankan, karena kemiskinan memiliki keterkaitan erat dengan kualitas gizi keluarga, akses layanan kesehatan, serta keberhasilan program bangga kencana di tingkat rumah tangga.
Melalui kegiatan rapat koordinasi dan sinkronisasi program bangga kencana tahun 2026 ini, beliau berharap:
- Terbangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota;
- Terwujud integrasi program lintas sektor berbasis data;
- Optimalisasi transformasi digital dalam pelayanan keluarga berencana;
- Penguatan intervensi pada keluarga berisiko stunting secara terarah dan berkelanjutan. Program bangga kencana bukan sekadar program kependudukan dan keluarga berencana, tetapi merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan keluarga berkualitas, sehat, mandiri, dan sejahtera. Saya juga mengapresiasi tema kegiatan hari ini “sinergi dan sinkronisasi kebijakan program bangga kencana provinsi dan kabupaten/kota melalui transformasi digital dalam percepatan penurunan stunting (berani depak stunting)”. Tema ini sangat relevan dengan kebutuhan pembangunan saat ini, karena transformasi digital menjadi kunci dalam meningkatkan efektivitas layanan, akurasi data sasaran, serta penguatan monitoring dan evaluasi program secara berkelanjutan.
Tampil selalu narasumber dalam kegiatan ini diantaranya Tenny C. Soriton, S.Sos.,MM selaku Kaper BKKBN Prov Sulteng, Prof. Dr. Rosmala Nur, SKM., M.Si selaku Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Tadulako (Untad), Ilham Bisno, SE selaku perwakilan BAPPEDA Provinsi Sulawesi Tengah.
Adapun tujuan dari kegiatan Tujuan Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Program tahun ini adalah Mensinkronkan Program Bangga Kencana Tahun 2026 dan Rencana Progam Tahun 2027
Turut Hadir Unsur Forkopimda Lingkup Kab. Banggai, Kementerian Agama Kab. Banggai, Para Kepala OPD lintas sektor Lingkup Pemerintah Kab. Banggai, Tim Penggerak PKK Kabupaten Banggai beserta jajarannya, Rektor Universitas Tompotika Luwuk Kab. Banggai, serta Organisasi Profesi Yang Berkesempatan Hadir IDI, IBI, POGI, PERSAGI dan IDAI
Leave a Comment